Nuryanti Noviana's Blog

RISET ANAK GAMBARAN PERILAKU BERMAIN PADA ANAK TODDLER(1-3 TAHUN) DI PLAY GROUP TUNAS BANGSA BOGOR (BAB I)

Posted on: May 7, 2010


PROPOSAL RISET ANAK

GAMBARAN PERILAKU BERMAIN PADA ANAK TODDLER(1-3 TAHUN)

DI PLAY GROUP TUNAS BANGSA

BOGOR

BAB I

PENDAHULUAN

1.1  Latar Belakang

Perilaku adalah Perilaku manusia adalah suatu aktivitas manusia itu sendiri .Secara operasional, perilaku dapat diartikan suatu respons organisme atau seseorang terhadap rangsangan dari luar subjek tersebut.Anak dan bermain merupakan dua dunia yang hampir tidak dapat dipisahkan. Usia toddler adalah usia antara 1 – 3 tahun, dimana seorang anak mulai belajar menentukan arah perkembangan dirinya, suatu fase yang mendasari bagaimana derajat kesehatan, perkembangan emosional, derajat pendidikan, kepercayaan diri, kemampuan bersosialisasi, serta kemampuan diri seorang anak di masa mendatang. Pembentukan dasar yang kokoh menuntut peran orang tua dalam membesarkan dan memelihara anak-anaknya. Kasih sayang, perhatian, bimbingan, dorongan, dan pengertian yang amat besar tehadap perilaku anak selama fase perkembangan ini adalah hal-hal yang tidak dapat dipungkiri lagi.

Perilaku seorang anak sangat dipengaruhi oleh pembawaan anak sejak lahir dan begitu bervariasinya faktor lingkungan. Pada masa toddler, faktor lingkungan yang paling penting adalah bagaimana perilaku orang tua sebagai individu yang keberadaanya paling dekat dengan sang anak, dan sebagai orang pertama yang mengenalkan sistem pendidikan sederhana dan informal kepada seorang anak. Semua orang tua menginginkan anaknya mempunyai perilaku yang baik

Bermain mempunyai arti besar untuk mencapai perkembangan anak baik fisik, emosi,mental,intelektual, kreativitas dan sosial. Pengetahuan orang tua terutama ibu tentang konsep bermain yang sesuai dengan tingkat perkembangan atau usia anak sangat diperlukan. Bermain dapat membantu anak untuk mengembangkan kemampuan kognitif, fisik, dan psikologi secara bersamaan. Perkembangan kognitif, meliputi anak banyak belajar mengenai pengetahuan, anak menjadi aktif, kreatif, dan kritis. Perkembangan fisik, meliputi kesehatan anak, membernya kesempatan untuk belajar, melatih anak untuk tanggap dan bersikap siaga. Perkembangan psikologi, meliputi kedekatan emosional antara anak dengan orangtuanya, perasaan aman yang dimiliki anak, sehingga menjadi dasar perkembangan yang sehat. Perkembangan kognitif, fisik dan psikologi membuat anak mampu bersosialisasi, menyesuaikan diri di manapun ia berada, sanggup memecahkan masalah yang dihadapinya. Ia juga mampu belajar dari berbagai sumber.

Anak adalah individu yang dilihat tumbuh dengan kepolosan pribadi, kesederhanaan pikiran, dan proses belajar mereka dalam menangkap realitas sosial yang tidak dapat dipaksakan. Proses belajar tersebut adalah perilaku yang sering dilakukan anak adalah perilaku imitasi, selain merupakan proses untuk mengerti dan belajar bagaimana berperilaku, juga proses untuk tumbuh dewasa dengan belajar dari perilaku orang lain. Ketika bermain, anak biasanya melakukan perilaku imitasi dan peniruan tersebut terjadi karena adanya tokoh idola” yang menarik perhatiannya ketika bermain apakah dalam bentuk fisik maupun segala sesuatu yang melekat pada diri tokoh tersebut. Bahwa seorang anak bukanlah miniatur dari orang dewasa karena seorang anak memiliki kemampuan untuk tumbuh dan berkembang secara alami. Terdapat banyak faktor yang melatarbelakangi pertumbuhan dan perkembangan anak. Salah satunya adalah nutrisi. Dalam kehidupan mereka, nutrisi memiliki peranan penting dalam proses pertumbuhan-perkembangan. Pemberian nutrisi yang baik kepada anak banyak dipengaruhi oleh faktor sosial ekonomi, kebiasaan makan, dan faktor psikologis.

Menurut Rose Mini (2008) dalam Redaksi Buntet Pesantren (2008), hasil penelitian membuktikan otak anak–anak pada usia emas yakni 1-3 tahun mampu menyerap pengetahuan dengan mudah. Bila spons adalah otak anak, stimulasi lingkungan adalah air yang bisa diserap dengan cepat.

Akan tetapi banyak orang tua yang menganggap masa bermain pada anak tidaklah mendapat perhatian secara khusus sehingga banyak sekali orang tua yang membiarkan anak tanpa memberikan pendidikan terhadap permainan yang dimiliki anak (Abdul A.A.H, 2005).

Selain itu, banyak ditemukan anak pada masa tumbuh kembang mengalami perlambatan yang dapat disebabkan kurangnya pemenuhan kebutuhan pada diri anak termasuk di dalamnya adalah kebutuhan bermain, yang seharusnya masa tersebut merupakan masa bermain yang diharapkan menumbuhkan kematangan dalam pertumbuhan dan perkembangan karena masa tersebut tidak digunakan sebaik mungkin maka tentu akhirnya mengganggu tumbuh(AbdulA.A.H,2005).
Berdasarkan studi pendahuluan yang telah dilakukan pada saat PKL tanggal 5-24 Januari 2009 di Desa Segaran Kecamatan Wates Kediri anak yang berusia 1-3 tahun berjumlah 57 orang. Dan pada saat penilaian DDTK di Posyandu Sedap Malam tanggal 14 Januari 2009 didapatkan 2 anak usia 1-3 tahun mengalami keterlambatandalamperkembangannya.

1.2  Rumusan Masalah

  1. Bagaimana sikap anak usia toddler dalam bermain?
  2. Bagaimana pengaruh bermain dalam perkembangan pada anak toddler
  3. Apa saja jenis permainan pada anak toddler?
  4. Seberapa besar pengaruh peran orang tua dalam bermain pada anak toddler?
  5. Apa saja faktor yang mempengaruhi permainan anak?

1.3  Tujuan Penelitian

Berdasarkan latar belakang dan perumusan masalah yang telah diuraikan maka tujuan penelitan adalah:

1. Tujuan umum:

untuk mengetaui gambaran perilaku bermain pada anak toddler 1-3 tahun.

2.   Tujuan khusus :

  • Untuk mengetahui sikap anak usia toddler dalam bermain.
  • Untuk mengetahui pengaruh bermain dalam perkembangan pada anak toddler
  • Untuk mengetahui jenis permainan pada anak toddler
  • Untuk mengetahui Seberapa besar pengaruh peran orang tua dalam bermain pada anak toddler
  • Untuk mengetahui faktor yang mempengaruhi permainan anak.

1.4  Manfaat Penelitian

Manfaat penelitian ini adalah:

1.Bagi pengelola Play Group Tunas Bangsa dapat dijadikan sebagai bahan masukan dalam meningkatkan mutu bermain di                  Play Group Tunas Bangsa.

2. Bagi peneliti sebagai wadah latihan dalam menerapkan ilmu yang telah di peroleh selam kuliah dan merupakan proses                    pembelajaran yang berharga.

3. Sebagai bahan kajian bagi phak- pihak yang ingin mempelajari dan mendalami teori perilaku bermaiun pada anak                              toddler.

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: