Nuryanti Noviana's Blog

GAMBARAN KESEHATAN JIWA PADA ANAK USIA SEKOLAH (6-12 TAHUN) DI SEKOLAH DASAR NEGERI SEMERU 7 KOTA BOGOR (BAB I)

Posted on: April 24, 2010


BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Mutu sumber daya manusia adalah suatu faktor yang sangat amat penting bagi bangsa yang sedang membangun. Bidang kesehatan berperan untuk meningkatkan mutu sumber daya manusia (SDM). Peran bidang kesehatan ini adalah bagaimana menciptakan manusia Indonesia yang sehat, fisik dan mental, mampu bekerja keras. Oleh karena itu, peran bidang kesehatan harus lebih dititik beratkan pada semua upaya untuk menciptakan manusia sehat. (Depkes RI, Jakarta 2001)


Mutu Sumber Daya Manusia ditentukan oleh faktor pembawaan dan faktor lingkungan dimana dia berkembang, termasuk disini adalah jenis dan tingkat pendidikan yang pernah diperolehnya. ” Pendidikan bukanlah semata-mata pemberian ilmu, tapi secara luas pendidikan dimulai dari pembentukan kepribadian, watak, dan moral, sampai pada perkembangan faktor kognitif (Kepandaian, efektif dan keterampilan) ”. Oleh karena itu, pendidikan seorang anak dimulai sejak di rumah, didalam keluarga oleh kedua orang tuanya, dan seluruh anggota keluarganya sebelum ia mulai masuk sekolah. (Depkes RI, Jakarta, 2001)

Selanjutnya seorang anak mulai bersekolah dimana ia akan memperoleh pendidikan secara formal dari guru/pengajar/pendidik. Sekolah adalah tempat sesudah keluarga dimana anak akan memperoleh pendidikan. Oleh karena itu sekolah merupakan lembaga yang sangat penting didalam pembentukan kepribadian anak dan menentukan mutu anak tersebut dikemudian hari. (Depkes RI, Jakarta, 2001)
Selama usia sekolah anak berkembang sampai memasuki usia remaja. Dengan fase ini, fisik anak relatif sehat, tetapi justru faktor mental-emosional yang banyak mengalami problem. Fase ini adalah fase dimana dasar kepribadian yang berpangaruh besar terhadap perkembangan selanjutnya. (Depkes RI, Jakarta, 2001)
Berbicara mutu Sumber Daya Manusia, berarti kita melihat manusia itu sebagai mahluk yang terdiri dari tiga aspek, yaitu fisik, mental-emosional, dan sosial. Mutu Sumber Daya Manusia sangat ditentukan oleh tingkat kesehatan mereka. Kesehatan berarti harus meliputi ke tiga aspek manusia tersebut diatas, yakni “ sehat fisik “, “ sehat emosional”, dan “ sehat sosial”. (Depkes RI, Jakarta, 2001)
Hal ini senada dengan pengertian kesehatan sebagai mana tercantun dalam UU No 23 tahun 1992 tentang kesehatan. Kesehatan adalah keadaan sejahtera fisik, mental dan sosial yang memungkinkan setiap orang hidup produktif secara sosial dan ekonomi. Sedangkan kesehatan jiwa menurut UU No 23 tahun 1996 tentang kesehatan jiwa di definisikan sebagai suatu kondisi yang memungkinkan perkembangan fisik, intelektual dan emosional yang optimal dari

seseorang dan perkembangan itu berjalan secara selaras dengan keadaan orang lain. Senada dengan itu pakar lain mengemukakan bahwa kesehatan jiwa merupakan kondisi mental yang sejahtera (Mental wellbeing) yang memungkinkan hidup harmonis dan produktif, sebagai bagian yang utuh dan kualitas hidup seseorang dengan memperhatikan semua segi kehidupan manusia.
Berbagi upaya dapat dilakukan untuk meningkatkan kesehatan jiwa. Upaya-upaya tersebut meliputi upaya promotif, preventif, kuratif dan rehabilitatif. Upaya promotif dan preventif bertujuan meningkatkan taraf kesehatan jiwa dan mencegah terjadinya gangguan jiwa, berupa kegiatan penyuluhan dan kegiatan pembinaan hidup sehat, agar dapat hidup produktif dan harmonis. Upaya kuratif merupakan pelayanan yang bertujuan merawat dan mengobati agar penderita gangguan jiwa dapat disembuhkan atau dipulihkan kesehatannya.Upaya rehabilitatif merupakan berbagai upaya medis, edukatif, vokasional, dan sosial yang bertujuan memulihkan kemampuan fungsional seseorang yang cacat (Impairment, disability, dan handicap) seoptimal mungkin, sehingga dapat hidup produktif dan berintegrasi kembali ke dalam masyarakat.(http://www.DepkesRI.com , 2007)
Gangguan kesehatan jiwa bukan seperti penyakit lain yang bisa datang secara tiba-tiba tetapi lebih kearah permasalahan yang terakumulasi dan belum dapat diadaptasi atau terpecahkan. Dengan demikian ada akibat pasti ada sebab yang melatar belakangi timbulnya suatu gangguan. Pengetahuan dan pengalaman yang cukup dapat membantu seseorang untuk menangkap adanya gejala-gejala tersebut. Semakin dini kita menemukan adanya gangguan maka akan semakin

mudah penanganannya. Dengan demikian deteksi dini masalah kesehatan jiwa anak usia SD sangat membantu mencegah timbulnya masalah yang lebih berat. Masalah kesehatan jiwa yang sifatnya ringan dapat dilakukan penangan di sekolah oleh guru atau kerjasama antara guru dan orang tua anak karena penyebab permasalahan dapat berkaitan dengan masalah dalam keluarga yang tidak ingin dibicarakan oleh orang tua, mungkin pula anak mempunyai masalah dengan teman. (http://hadafi.wordpress.com/2009/06/16/program-kesehatan-jiwa-anak-usia-sd-6-10-th/)
Sekolah Dasar Negeri Semeru 7 merupakan sekolah yang letaknya berada di Kelurahan Menteng, Kota Bogor dan merupakan daerah yang penduduknya terdiri dari masyaraka urban, yang berarti berbagai macam budaya, agama, dan kebiasaannya banyak berkembang dan menyatu di tempat tersebut. Pada dasarnya hal ini mempegaruhi bagaimana keadaan kesehatan jiwa pada anak usia sekolah .Berdasarkan hasil wawancara dengan guru dan beberapa orang tua siswa diperoleh informasi bahwa masih ada murid yang sering tidak masuk dan anak yang tidak mau pergi ke sekolah. Pernyataan di atas merupakan salah satu masalah-masalah kesehatan jiwa pada anak usia sekolah yang sering terjadi.
Dalam upaya mendukung kesehatan jiwa pada anak usia sekolah dan untuk dapat mengoptimalkan peran dan fungsi perawat dalam mendukung kesehatan jiwa anak usia sekolah perlu diketahui atau diteliti mengenai bagaimana gambaran kesehatan jiwa pada anak usia sekolah.

Dari masalah diatas peneliti tertarik untuk penelitian yang berjudul “ Gambaran Kesehatan Jiwa Anak Usia Sekolah (6-12 tahun) di Sekolah Dasar Negeri Semeru 7 Kota Bogor.
B. Rumusan Masalah
Bagaimana gambaran kesehatan jiwa anak usia sekolah (6-12 tahun) di Sekolah Dasar Negeri Semeru 7 Kota Bogor.
C. Tujuan Penelitian
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran kesehatan jiwa anak usia sekolah (6-12 tahun) di Sekolah Dasar Negeri Semeru 7 Kota Bogor.
D. Manfaat Penelitian
1. Bagi Sekolah.
Hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai bahan penyusun, perencanaan kegiatan bimbingan konseling di sekolah.
2. Bagi Intansi Kesehatan/ Intansi Pemerintahan terkait.
Hasil penelitian ini dapat dijadikan sebagai bahan penyusunan, perencanaan program upaya kesehatan jiwa anak usia sekolah di sekolah dasar.
3. Bagi Intansi Pendidikan
Hasil penelitian ini dapat dijadikan sebagai salah satu referensi yang mendukung pelaksanaan PBM khususnya bidang ilmu kesehatan jiwa.
4. Bagi Penulis
Penelitian ini dapat dijadikan sebagai pembelajaran dalam melaksanakaan penelitiian.

3 Responses to "GAMBARAN KESEHATAN JIWA PADA ANAK USIA SEKOLAH (6-12 TAHUN) DI SEKOLAH DASAR NEGERI SEMERU 7 KOTA BOGOR (BAB I)"

boleh tau donk hasil penelitiannya….🙂
bisa saya gunakan acuan di daerah saya…

saya cari dulu ya file nya…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: