Nuryanti Noviana's Blog

Perubahan Nutrisi

Posted on: April 25, 2010


Perubahan Nutrisi Kurang dari kebutuhan tubuh

Berhubungan dengan

Ketidak cukupan insulin (penurunan ambilan dan penggunaan glukosa  oleh jaringan mengakibatkan mengakibatkan peningkatan metabolism protein/lemak)

Penurunan masukan oral, anoreksia mual muntah

Status hipermetabolisme pelepasan hormone stress (epineprin, kortisol, dan hormone pertumbuhan), proses infeksi

Ditandai dengan :

–          Nyeri abdomen dengan atau tanpa kondisi patologi

–          Melaporkan masukan makanan tidak adekuat, kurang minat pada makanan

–          Penuruna berat badan, kelelahan, tonus otot memburuk.

Kriteria Hasil/kriteria evaluasi

Tindakan keperawatan

Tindakan/intervensi
Mandiri :
1. Timbang berat badan sesuia indikasi Mengkaji pemasukan makanan yang adekuat
2. Tentukan program diet, pola makan, dan                          bandingkan dengan makanan yang dapat                         dihabiskan klien. Mengidentifikasi kekurangan dan penyimpangan dari kebutuhan teurapeutik
3. Auskultasi bising usus, catat nyeri abdomen atau         kembung, mual, muntah, dan pertahankan                      keadaan puasa sesuai indikasi. Hiperglikemi, gangguan keseimbangan nutrisi dan elektrolit menurunkan mortilasi atau fungsin lambung.
4. Berikan makanan cair yang mengandung nutrisi         dan elektrolit. Selanjutnya memberikan makanan         yang lebih padat. Pemberian makanan melalui oral lebih baik diberikan kepada klien sadar dan fungsi gastrointestinal baik.
5. Identifikasi makanan yang disukai Kerja sama dalam perencanaan makanan
6. Libatkan keluarga dalam perencanaan makan. Meningkatkan rasa keterlibatkannya, memberi informasi kepada keluarga untuk memahami kebutuhan nutrisi klien
7. Observasi tanda hipoglikemi (perubahan tingkat

kesadaraan , kulit lembab atau dingin, denyut nadi

cepat, peka rangsang, cemas, sakit kepala, pusing)

Pada metabolisme karbonhidrat (gula darah akan berkurang dan sementara, tetap diberikan insulin, maka terjadi hipoglikemi) jika dalam keadaan koma, hipoglikemi terjadi tanpa memperlihatkan perubahan tingkat kesadaran.
Kolaborasi
8.Lakukan pemeroksaan gula darah dengar finger             stick Analisa ditempat tidur terhadfap gula darah lebih akurat dari pada memantau gula darah urin.
9.Pantau pemeriksaan labolatorium (glukosa                          darah,aseton, PH, HCO3) Gula darah menurun perlahan dengan penggantian cairan dan terapi insulin terkontrol sehinga glukosa dapat masuk kedalam sel dan digunakan untuk sumber kalori. Saat ini, kadar aseton menurun dan asidosis dapat dikoreksi.
10.Berikan pengobatan insulin secara teratur melalui          IV. Insulin regular memilki awitan cepat dan cepat pula membantu memindahkan glukosa dlam sel. Pemberian melalui IV karena abvsorsi dari jaringan subkutan lebih lambat.
11.Berikan larutan glukosa (dekstosa,setengah salin             normal) LArutan glukosa ditambah setelah insulin membawa gula darah sekitar 250mg/dl. Dengan metabolism karbhonhidrat mendekati normal, perawatan diberikan untuk menghindari hipoglikemi.
12.Konsultasi dengan ahli gizi Bermanfaat dalam penghitungan dan penyesuaian diet untyk memenuhi kebutuhan nutrisi.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: