Nuryanti Noviana's Blog

Gangguan Persepsi Sensori (Bag.2)

Posted on: November 4, 2010


Evaluasi :

Klien dapat menyebutkan 2 dari 3 manfaat berhubungan dengan orang lain

• Mendapat teman

• Dapat mengungkapkan perasaan

• Membantu memecahkan masalah

 

TUK 4 : Klien dapat berhubungan dengan orang lain secara bertahap.

Intervensi :

1. Dorong klien untuk menyebutkan cara berhubungan dengan orang lain.

2. Dorong dan bantu klien berhubungan dengan orang lain secara bertahap antara lain :

• Klien-perawat

• Klien-perawat-perawat lain

• Klien-perawat-perawat lain-klien lain

• Klien-kelompok kecil (TAK)

• Klien-keluarga

3. Libatkan klien dalam kegiatan TAK dan ADL ruangan

4. Reinforcement positif atas keberhasilan yang telah dicapai klien.

Rasional :

1. Untuk mengetahui pemahaman klien terhadap informasi yang telah diberikan.

2. Klien mungkin mengalami perasaan tidak nyaman, malu dalam berhubungan sehingga perlu dilatih secara bertahap dalam berhubungan dengan orang lain.

3. Membantu klien dalam mempertahankan hubungan inter personal.

4. Reinforcement positif dapat meningkatkan harga diri klien.

Evaluasi :

Klien dapat menyebutkan cara berhubungan dengan orang lain, misalnya :

• Membalas sapaan perawat

• Kontak mata positif

• Mau berinteraksi

TUK 5 : Klien mendapat dukungan dari keluarga dalam berhubungan dengan orang lain.

Intervensi :

1. Diskusikan tentang manfaat berhubungan dengan orang lain.

2. Dorong klien untuk mengemukakan perasaan keluarga

3. Dorong klien untuk mengikuti kegiatan bersama keluarga seperti : makan, ibadah dan rekreasi.

4. Jelaskan kepada keluarga tentang kebutuhan klien.

5. Bantu keluarga untuk tetap mempertahankan hubungan dengan klien yaitu memperlihatkan perhatian dengan kunjungan rumah sakit.

6. Beri klien penguatan misalnya : membawa makanan kesukaan klien.

Rasional :

1. Mengidentifikasi hambatan yang dirasakan klien.

2. Untuk mengetahui sejauh mana hubungan klien dengan keluarga.

3. Membantu klien dalam meningkatkan hubungan interpersonal dengan keluarga.

4. Klien menarik diri membutuhkan perhatian yang khusus.

5. Keterlibatan keluarga sangat membantu dalam mengembangkan interaksi dengan lingkungannya.

6. Meningkatkan rasa percaya diri klien kepada keluarga dan merasa diperhatikan.

Evaluasi :

1. Setelah 2 kali pertemuan klien dapat membina hubungan dengan keluarga.

2. Keluarga mengunjungi klien ke rumah sakit setiap minggu secara bergantian.

Diagnosa keperawatan 3 Isolasi sosial : menarik diri berhubungan dengan gangguan konsep diri : harga diri rendah.

Tujuan umum : Klien mampu berhubungan dengan orang lain tanpa merasa rendah diri.

 

TUK 1 : Klien dapat memperluas kesadaran diri.

Intervensi :

1. Diskusikan dengan klien kelebihan yang dimilikinya.

2. Diskusikan kelemahan yang dimiliki klien.

3. Beritahu klien bahwa manusia tidak ada yang sempurna, semua memiliki kelebihan dan kekurangan.

4. Beritahu klien bahwa kekurangan bisa ditutupi dengan kelebihan yang dimiliki klien.

5. Anjurkan klien untuk lebih meningkatkan kelebihan yang dimiliki klien.

6. Beritahukan bahwa ada hikmah di balik kekurangan yang dimiliki.

Rasional :

1. Mengidentifikasikan hal – hal positif yang masih dimiliki klien.

2. Mengingatkan klien bahwa ia manusia biasa yang mempunyai kekurangan.

3. Menghadirkan realita pada klien.

4. Memberikan harapan pada klien.

5. Memberikan kesempatan berhasil lebih tinggi.

6. Agar klien tidak merasa putus asa.

Evaluasi :

1. Klien dapat menyebutkan kemampuan yang ada pada dirinya setelah 1 kali pertemuan.

2. Klien dapat menyebutkan kelemahan yang dimiliki dan tidak menjadi halangan untuk mencapai keberhasilan.

TUK 2 : Klien dapat menyelidiki dirinya.

Intervensi :

1. Diskusikan dengan klien ideal dirinya, apa harapan selama di RS, rencana klien setelah pulang dan apa cita – cita yang ingin dicapai.

2. Bantu klien mengembangkan antara keinginan dan kemampuan yang dimilikinya.

3. Beri kesempatan klien untuk berhasil.

4. Beri reinforcement positif terhadap keberhasilan yang telah dicapai.

Rasional :

1. Untuk mengetahui sampai dimana realistis dari harapan klien.

2. Membantu klien membentuk harapan yang realistis.

3. Meningkatkan percaya diri klien.

4. Meningkatkan penghargaan terhadap perilaku yang positif.

Evaluasi :

Klien dapat menyebutkan cita-cita dan harapan yang sesuai dengan kemampuannya setelah 1 kali pertemuan.

TUK 3 : Klien dapat mengevaluasi dirinya.

Intervensi :

1. Bantu klien mengidentifikasi kegiatan atau yang berhasil dicapainya.

2. Kaji bagaimana perasaan klien dengan keberhasilan tersebut.

3. Bicarakan kegagalan yang pernah dialami klien dan sebab – sebab kegagalan.

4. Kaji bagaimana respon klien terhadap kegagalan tersebut dan cara mengatasinya.

5. Jelaskan pada klien bahwa kegagalan yang dialami dapat menjadi pelajaran untuk mengatasi kesulitan yang mungkin terjadi di masa yang akan datang.

Rasional :

1. Mengingatkan klien bahwa ia tidak selalu gagal.

2. Memberi kesempatan klien untuk menilai dirinya sendiri.

3. Mengetahui apakah kegagalan tersebut mempengaruhi klien.

4. Mengetahui koping yang selama ini digunakan oleh klien.

5. Memberikan kekuatan pada klien bahwa kegagalan itu bukan merupakan akhir dari suatu usaha.

Evaluasi :

1. Klien dapat menyebutkan keberhasilan yang pernah dialami setelah 1 kali pertemuan.

2. Klien dapat menyebutkan kegagalan yang pernah dialami setelah 4 kali pertemuan.

TUK 4 : Klien dapat membuat rencana yang realistis.

Intervensi :

1. Bantu klien merumuskan tujuan yang ingin dicapainya.

2. Diskusikan dengan klien tujuan yang ingin dicapai dengan kemampuan klien.

3. Bantu klien memilih priotitas tujuan yang mungkin dapat dicapainya.

4. Beri kesempatan klien untuk melakukan kegiatan yang telah dipilih.

5. Tunjukkan keterampilan dan keberhasilan yang telah dicapai klien.

6. Ikut sertakan klien dalam kegiatan aktivitas kelompok.

7. Beri reinforcement positif bila klien mau mengikuti kegiatan kelompok.

Rasional :

1. Agar klien tetap realistis dengan kemampuan yang dimiliki.

2. Mempertahankan klien untuk tetap realistis.

3. Agar prioritas yang dipilih sesuai dengan kemampuan.

4. Menghargai keputusan yang telah dipilih klien.

5. Memberikan penghargaan atas keberhasilan yang telah dicapai.

6. Memberikan kesempatan klien di dalam kelompok mengembangkan kemampuannya.

7. Meningkatkan harga diri klien.

Evaluasi :

1. Klien dapat menyebutkan tujuan yang ingin dicapai setelah 1 kali pertemuan.

2. Klien dapat membuat keputusan dan mencapai tujuan setelah 1 kali pertemuan.

TUK 5 : Klien dapat dukungan keluarga yang meningkatkan harga dirinya.

Intervensi :

1. Diskusikan dengan keluarga tanda – tanda harga diri rendah.

2. Anjurkan setiap anggota keluarga untuk mengenal dan menghargai klien tidak mengejek, tidak menjauhi.

3. Anjurkan pada keluarga untuk memberikan kesempatan berhasil pada klien.

4. Anjurkan pada keluarga untuk menerima klien apa adanya.

5. Anjurkan keluarga untuk melibatkan klien dalam setiap pertemuan keluarga.

Rasional :

1. Mengantisipasi masalah yang timbul.

2. Menyiapkan support sistem yang akurat.

3. Memberikan kesempatan pada klien untuk sukses.

4. Membantu meningkatkan harga diri klien.

5. Meningkatkan interaksi klien dengan anggota keluarga.

Evaluasi :

1. Keluarga dapat menyebutkan tanda – tanda harga diri rendah.

• Mengatakan diri tidak berharga

• Tidak berguna dan tidak mampu

• Pesimis dan menarik diri dari realita

2. Keluarga dapat berespon dan memperlakukan klien secara tepat setelah 2 kali pertemuan.

 

Diagnosa keperawatan 4 : Gangguan komunikasi verbal berhubungan dengan perubahan proses pikir.

Tujuan umum : Klien dapat mengontrol halusinasinya.

TUK 1 : Klien dapat mengenal akan wahamnya.

Intervensi :

1. Adakan kontrak sering dan singkat.

• Gunakan teknik komunikasi terapeutik.

• Pertahankan konsistensi perawat yang bertugas.

2. Jangan membantah atau menyangkal keyakinan pasien.

Rasional :

Hal ini mendorong untuk menyampaikan rasa empati, mengembangkan rasa percaya dan akhirnya mendorong klien untuk mendiskusikannya. Untuk memudahkan rasa percaya dan kemampuan untuk mengerti akan tindakan dan komunikasi pasien membantah atau menyangkal tidak akan bermanfaat apa – apa.

Evaluasi :

Klien dapat mengenal akan wahamnya setelah mendapat penjelasan dari perawat dalam 4 x pertemuan.

TUK 2 : Klien dapat mengendalikan wahamnya.

Intervensi :

1. Bantu klien untuk mengungkapkan anansietas, takut atau tidak aman.

2. Focus dan kuatkan pada orang – orang yang nyata, ingatan tentang pikiran irasional. Bicarakan kejadian – kejadian dan orang – orang yang nyata.

3. Diskusikan cara untuk mencegah waham, contoh percaya pada orang lain, belajar akan kenyataan, bicara dengan orang lain, yakin akan dirinya bahwa tidak ada yang akan mengerti perasaannya bila tidak cerita dengan orang lain.

Rasional :

1. Ungkapkan perasaan secara verbal dalam lingkungan yang tidak terancam akan mendorong klien untuk mengungkapkan perasaannya yang mungkin sudah terpendam.

2. Diskusikan yang berfokus pada ide – ide yang salah tidak akan mencapai tujuan dan mungkin buat psikosisnya lebih buruk jika pasien dapat belajar untuk menghentikan ansietas yang meningkat, pikiran waham dapat dicegah.

Evaluasi :

1. Klien dapat mengendalikan wahamnya dengan bantuan perawat dengan menggunakan cara yang efektif dalam 4 x pertemuan.

TUK 3 : Klien dapat mengevaluasi dirinya.

Intervensi :

1. Bantu klien mengidentifikasi kegiatan atau keinginan yang berhasil dicapainya.

2. Kaji bagaimana perasaan klien dengan keberhasilan.

3. Bicarakan kegagalan yang pernah dialami klien dan sebab – sebab kegagalan

4. Kaji bagaimana respon klien terhadap kegagalan tersebut dan cara mengatasi

5. Jelaskan pada klien bahwa kegagalan yang dialami dapat menjadi pelajaran untuk mengatasi kesulitan yang mungkin terjadi di masa yang akan datang.

Rasional :

1. Mengingatkan klien bahwa ia tidak selalu gagal.

2. Memberi kesempatan klien untuk menilai dirinya sendiri

3. Mengetahui koping yang selama ini digunakan oleh klien

 

4. Memberikan kekuatan pada klien bahwa kegagalan itu bukan merupakan akhir dari suatu usaha.

Evaluasi :

1. Klien dapat menyebutkan keberhasilan yang pernah dialami setelah 1 x pertemuan.

2. Klien dapat menyebutkan kegagalan yang pernah dialami setelah 4 x pertemuan.

TUK 4 : Klien dapat membuat rencana yang realistis.

Intervensi :

1. Bantu klien memuaskan tujuan yang ingin dicapainya.

2. Diskusikan dengan klien tujuan yang ingin dicapai dengan kemampuan klien.

3. Bantu klien untuk memilih prioritas tujuan yang mungkin dapat dicapainya.

4. Beri kesempatan klien untuk melakukan kegiatan yang telah dipilih.

5. Tunjukkan keterampilan yang telah dicapai klien.

6. Ikutsertakan klien dalam kegiatan aktivitas kelompok.

Rasional :

1. Agar klien dapat tetap realistis dengan kemampuan yang dimiliki.

2. Mempertahankan klien agar tetap realistis.

3. Agar prioritas yang dipilih sesuai dengan kemampuan.

4. Menghargai keputusan yang telah dipilih klien.

5. Memberi penghargaan atas keberhasilan yang telah dicapai.

6. Memberikan kesempatan klien di dalam kelompok mengembangkan kemampuannya.

Diagnosa keperawatan 5 : Perubahan proses pikir berhubungan dengan harga diri rendah kronis.

Tujuan umum : Klien mampu berhubungan dengan orang lain tanpa merasa rendah diri.

TUK 1 : Klien dapat memperluas kesadaran diri

Intervensi :

1. Diskusikan dengan klien kelebihan yang dimilikinya

2. Diskusikan kelemahan yang dimiliki klien

3. Beritahu klien bahwa manusia tidak ada yang sempurna, semua memiliki kelebihan dan kekurangan.

4. Beritahu klien bahwa kekurangan bisa ditutup dengan kelebihan yang dimiliki.

5. Beritahukan klien bahwa ada hikmah di balik kekurangan yang dimiliki

Rasional :

1. Mengidentifikasi hal – hal positif yang masih dimiliki klien

2. Mengingatkan klien bahwa klien manusia biasa yang mempunyai kekurangan

3. Menghadirkan harapan pada klien

4. Agar klien tidak merasa putus asa

Evaluasi :

1. Klien dapat menyebutkan kemampuan yang ada pada dirinya setelah 1 x pertemuan

2. Klien dapat menyebutkan kelemahan yang dimiliki dan tidak menjadi halangan untuk mencapai keberhasilan

TUK 2 : Klien dapat menyelidiki dirinya

Intervensi :

1. Diskusikan dengan klien ideal dirinya, apa rencana selama di RS, rencana klien setelah pulang dan apa cita – cita yang ingin dicapai

2. Bantu klien mengembangkan antara keinginan dan kemampuan yang dimilikinya

 

3. Beri kesempatan pada klien untuk berhasil

4. Beri reinforcement positif terhadap keberhasilan yang telah dicapai

Rasional :

1. Untuk mengetahui sampai dimana realistis dan harapan pasien.

2. Membantu klien untuk membentuk harapan yang realistis

3. Meningkatkan rasa percaya diri klien

4. Memberi penghargaan terhadap perilaku yang positif

Evaluasi :

1. Klien dapat menyebutkan cita – cita dan harapan yang sesuai dengan kemampuannya setelah 1 x pertemuan.

Diagnosa keperawatan 6 : Defisit perawatan diri berhubungan dengan intoleransi aktivitas.

Tujuan umum : Klien dapat melakukan perawatan diri

TUK 1 : Klien mengetahui keuntungan melakukan perawatan diri

Intervensi :

1. Diskusikan tentang keuntungan melakukan perawatan diri

2. Dorong klien untuk menyebutkan kembali keuntungan dalam melakukan perawatan diri

3. Beri pujian terhadap kemampuan klien dalam menyebutkan keuntungan melakukan perawatan diri

Rasional :

1. Untuk meningkatkan pengetahuan klien tentang perlunya perawatan diri

2. Untuk mengetahui tingkat pemahaman klien tentang informasi yang telah diberikan

3. Reinforcement posisitf dapat menyenangkan hati pasien

Evaluasi :

Klien dapat menyebutkan keuntungan dari melakukan perawatan diri seperti memelihara kesehatan dan memberi rasa nyaman dan segar.

TUK 2 : Klien mengetahui kerugian jika tidak melakukan perawatan diri

Intervensi :

1. Diskusikan tentang kerugian tidak melakukan perawatan diri

2. Beri pujian terhadap kemampuan klien dalam menyebutkan kerugian tidak melakukan perawatan diri.

Rasional :

1. Untuk meningkatkan kemampuan pengetahuan klien tentang perlunya perawatan diri.

2. Reinforcement positif untuk menyenangkan hati klien.

Evaluasi :

Klien dapat menyebutkan kerugian dari tidak melakukan perawatan diri seperti terkena penyakit, sulit mendapat teman.

TUK 3 : Klien berminat melakukan perawatan diri

Intervensi :

1. Dorong dan bantu klien dalam melakukan perawatan diri

2. Beri pujian atas keberhasilan klien melakukan perawatan diri

Rasional :

1. Untuk meningkatkan minat klien dalam melakukan perawatan diri

2. Reinforcement positif dapat menyenangkan hati klien dan meningkatkan minat klien untuk melakukan perawatan diri.

Evaluasi :

Klien melakukan perawatan diri seperti : mandi memakai sabun 2 x sehari, menggosok gigi dan mencuci rambut, memotong kuku.

1 Response to "Gangguan Persepsi Sensori (Bag.2)"

[…] Gangguan Persepsi Sensori (Bag.2) […]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: